Jumat, 21 Maret 2014



Ah…lelah… Ketika aku berjuang membangkitkan semangat pribadiku begitu juga dengan teman-teman ku yang kebetulan kami masih mengurus skripsi belia. Sedikit ada rasa putus asa melihat tak mulusnya semua ini.
Itulah yang terbesit disaat saya sedang belajar bahasa jepang di Aceh institute.. (hahahaha sedang tidak focus J)
Namun, betapa bersyukurnya saya memiliki teman-temen yang luar biasa. Disaat yang suram seperti ini seorang temanku berkata..
Eh, ntar siang ketemu bang hijarah youk. Beliau kan baru pulang dari Jakarta dengan membawa juara MDG’s award atas nama Aceh...
Wah, langsung terbesit tuh di benak saya tentang semangat, pengalaman dan kiprahnya yang membara yang tentunya patut untuk dicuri.. (hehehe)
Benar saja, setelah berjumpa dengan beliau dan berdiskusi panjang lebar, anak panah yang kami tancap ternyata sesuai sasaran.. shoooottt.. beliau berhasil membangkitkan semangat kami. Jujur saja, saya sangat tidak bersemangat akhir-akhir ini. Banyak waktu yang terbuang sia-sia. Namun, setelah sasaran saya tepat i.allah saya akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya juga pastinya dengan teman-teman ku.
Banyak hal yang saya peroleh dari beliau. Mulai dari pengalaman yg sungguh luar biasa, kiprahnya yang sangat menyentuh, motivasinya yang besar dan masih banyak lagi. Salah satu yang membuat saya speechless dari percakapan kami adalah ketika saya bercerita singkat ttg pandangan buruk orang luar Aceh terhadap Aceh.
Saya bercerita, “ yang orang Luar Aceh ketahui ttg Aceh hanyalah Ganja dan Syariat Islam yang salah mereka Artikan. Mereka mengira bahwa warga non.Muslim di Aceh diwajibkan memakai Jilbab padahal toleransi agama di Aceh cukup bisa membuktikan perdamaian.
Beliau kembali bertanya, “ nah, menurut kamu itu bencana atau peluang?.
Otomatis saya menjawab itu bencana yang harus dibersihkan namanya, karena Aceh bukan seperti itu.
Beliau kembali menjelaskan,” bagi saya itu adalah peluang. (*eits positive dulu.. heheheh…) katakan saja kepada mereka coba saja datang ke Aceh. kamu bakal dapat jawaban sebenarnya. Nah, disini banyak yang bisa Aceh persembahkan sekaligus memberi pencerahan langsung bagi mereka yang salah berfikir ttg Aceh. Banyak orang Aceh yang mengiyakan statement kamu namun tidak ada aksi apapun untuk merubahnya. Semua orang juga dapat berkata seperti itu. Setidaknya, jikalau tidak dapat merubah kondisi actual, kita bisa memberikan solusi terbaik untuk mereka dengan pandangan pencerahan. Bla…bla…bla…..
Saat beliau menjelaskan konsep briliantnya, terbayang oleh saya sosok karakter Muhammad Assad. Saya ingat ketika assad merumuskan kosep 3P salah satunya adalah “positive.” Inilah inti pembicaraan bang hijrah yang membuat saya berfikir berulang-ulang. (Maklum, kata temen-temen saya sih saya itu orang yang sangat cuek bebek.. hehehe..) Begitu juga materi yang dipaparkan oleh pak Saiful Mahdi mengenai MUZAKKIR and MUFAKKIR dimana manusia selain harus mengingat Allah di setiap saat agar kerikil kesombongan tak terlanjur terjulur keseluruh tubuh, seharusnya manusia juga bisa membaca Qauniyah disamping Qauliah (iqra’ Qauliyah wa Qauniyah). Lagian di dunia ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan oleh karena itu manusia seharusnya berfikir. Dari mana kejadian A terjadi dan Mengapa? Bagaimana cara mengatasinya? Dan banyak pertanyaan lain yang bisa kita pertanyakan, fikirkan dan tela’ah bersama. Inilah inti dari percakapan secuil dengan bang hijrah.. J
Untuk semua sahabat-sahabat dan teman-temanku, yuk kita tetap semangat. Jadikan hari se-berguna mungkin. Semangat. Ganbaree… :D